Sekali isi: berapa lama, dan habis berapa?
Pilih kendaraannya, tentukan mau diisi dari berapa persen ke berapa persen, lalu sebutkan daya stasiun dan tarifnya. Hasilnya berubah seketika, dan tautannya bisa dibagikan lengkap dengan angka yang kamu pakai.
Mengisi 60% baterai berarti memasukkan 30,6 kWh, memakan waktu 38 menit – 59 menit, dan menghabiskan Rp 78.604.
- Angka waktunya rentang, bukan satu angka: daya yang benar-benar mengalir bergantung pada kurva pengisian tiap kendaraan, suhu baterai, dan berapa kendaraan lain yang berbagi stasiun yang sama.
- Yang dibayar lebih besar daripada yang masuk ke baterai: sebagian energi jadi panas. Hitungan ini memakai efisiensi 96% untuk pengisian DC, dan itu perkiraan — tidak ada angkanya di katalog.
Contoh yang sudah dihitung
Pengisian 20→80% di DC SPKLU 50 kW dengan tarif Rp2.466/kWh. Angkanya dihitung fungsi yang sama dengan kalkulator di atas — pilih kendaraannya untuk menghitung ulang.
| Kendaraan | Masuk | Waktu | Biaya |
|---|---|---|---|
| BYD Atto 1 | 18 kWh | 23 menit – 35 menit | Rp 46.361 |
| Jaecoo J5 EV | 36,5 kWh | 46 menit – 1 jam 10 menit | Rp 93.862 |
| BYD M6 | 33,2 kWh | 42 menit – 1 jam 4 menit | Rp 85.385 |
Yang sering ditanyakan soal ngecas
Kenapa pengisian berhenti di 80%?
Di atas 80%, pengisian DC menukik tajam — 20% terakhir bisa memakan waktu selama 60% sebelumnya. Klaim pabrik pun hampir selalu berbunyi 10–80% karena alasan ini.
Kenapa yang dibayar lebih besar dari yang masuk?
Sebagian energi jadi panas di kabel dan baterai. Hitungan ini memakai efisiensi 96% untuk DC dan 88% untuk AC — keduanya perkiraan, karena tidak ada angkanya di katalog.
Apa beda ngecas AC dan DC?
AC (sampai 22 kW) lewat pengisi bawaan mobil: lambat tapi rata — colokan rumah dan wallbox itu AC. DC (di atas 22 kW) masuk langsung ke baterai: cepat tapi melambat mendekati penuh — SPKLU cepat itu DC.
Stasiun 150 kW pasti lebih cepat dari 50 kW?
Belum tentu — mobil hanya menerima sampai batasnya. Kalau batas mobilmu 50 kW, menancap ke stasiun 150 kW tetap mengisi 50 kW. Katalog kami belum mencatat batas tiap kendaraan, jadi hitungan menganggap seluruh daya terserap.
Yang tidak dihitung di sini
- Lama pengisian selalu berupa rentang, dan itu disengaja. Daya papan nama stasiun jarang mengalir utuh: kurva pengisian tiap kendaraan berbeda, baterai yang dingin atau terlalu panas mengisi lebih lambat, dan satu stasiun yang dipakai dua mobil sekaligus membagi dayanya.
- Kapasitas baterai di katalog adalah angka kotor. Sebagian tidak pernah dipakai demi umur sel, jadi “0%” di layar mobil bukan baterai yang benar-benar kosong.
- Setara jarak tempuh diturunkan dari klaim pabrik (WLTP/NEDC). Di jalan sebenarnya hampir selalu lebih pendek — lebih pendek lagi di tol, saat hujan, atau dengan AC menyala penuh.
- Tarif SPKLU berbeda tiap operator dan bisa punya biaya layanan atau tarif parkir sendiri yang tidak ikut terhitung di sini. Angka bawaannya perkiraan; ganti dengan yang benar-benar tertera.